Nama lengkap saya Farhatul Fajriah, saya biasanya dipanggil Farha. Saya kurang tau pasti arti nama yang diberikan kedua orang tua saya, namun mereka bilang arti nama saya adalah "kebahagiaan diwaktu subuh" karena saya lahir bertepatan dengan adzan subuh dan kebahagiaan kedua orang tua ketika saya dilahirkan. Dan pada saat itu, mereka sangat menanti buah hati setelah setahun menikah. Saya lahir di Kebumen kota yang terkenal dengan sarang burung waletnya, sehingga mendapat julukan Kota Lawet. Pada tanggal 16 September 2005. Saya anak pertama dari dua bersaudara. Saya memiliki seorang adik laki-laki yang berumur sekitar 11 tahun.
Perjalanan hidup merupakan hal yang akan dialami oleh setiap orang. Namun, pastinya setiap orang memiliki perbedaan di setiap perjalanan hidupnya. Bagi saya perjalanan hidup itu merupakan hal yang paling menarik didalam kehidupan, meskipun didalam perjalanan hidup ini tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Namun, dari setiap perjalanan hidup ini tentunya mengandung makna yang apabila dapat kita pahami maknanya itu akan berdampak baik bagi kehidupan kita untuk kedepannya. Bagi saya bisa merasakan hidup di dunia ini merupakan anugerah yang sangat indah dari Allah subhanahu wa ta'ala yang hanya berlangsung satu kali tanpa bisa kita ulang kembali.
Saya sangat bersyukur bisa dibesarkan di tengah-tengah keluarga yang sangat menyayangi saya dan saya sangat bersyukur memiliki seorang ibu yang luar biasa. Menurut saya, dia adalah seorang super wonder women in the world. Pertama saya akan menceritakan perjalanan hidup saya sewaktu masih kecil. Sejak berumur 2 bulan saya sudah di tinggal merantau oleh kedua orang tua saya, dan dititipkan kepada nenek dan kakek saya. Kedua orang tua saya bekerja di Jakarta, dan saya diasuh oleh nenek dan kakek di daerah Jawa Tengah. Sehingga, saya bertemu kedua orang tua hanya 6 bulan sekali ketika mereka berkunjung. Dan uniknya ketika berumur 1 tahun saya sudah mulai pandai berbicara dan kedua orang tua saya terkejut ketika mendengar saya memanggil mereka dengan sebutan tante dan om. Mamah saya menceritakan ketika saya berbicara seperti itu, ia sangat sedih dan kecewa karena merasa dirinya tidak dianggap oleh anaknya sendiri.
Dengan adanya peristiwa itu, ketika saya berumur 3 tahun mamah saya berhenti bekerja. Kemudian mereka pindah ke Cileungsi dan mengambil saya untuk di besarkan dengan kasih sayang mereka. Namun, saat itu nenek saya menjadi sering sakit karena merindukan saya. Dan begitu pun saya menjadi rewel dan sering demam karena merindukan nenek dan kakek saya. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu saya sudah bisa beradaptasi dan semuanya baik-baik saja. Saya sangat di manja oleh kedua orang tua saya, mungkin karena saya adalah anak pertama, semua yang saya mau pasti langsung di belikan.
Kemudian ketika umur saya menginjak 5 tahun, mamah saya menyekolahkan saya PAUD, pada saat itu saya termasuk anak yang aktif karena senang memiliki banyak teman. Dan kemudian, setelah 1 tahun berlangsung saya masuk disalah satu TK yang cukup jauh dari rumah dan selalu ditemani oleh mamah tercinta. Kemudian ketika usia saya menginjak 7 tahun saya langsung masuk Sekolah Dasar, namun bertepatan dengan itu mamah saya mengandung adik saya. Oleh karena itu, sejak kelas 1 SD saya sudah mencoba mandiri karena tidak ditemani oleh orang tua. Akan tetapi, orang tua saya mendaftarkan saya agar bisa menaiki jemputan sekolah ketika berangkat dan pulang.
Dan ketika adik saya lahir kedua orang tua saya bersikap sangat adil. Akan tetapi, setelah itu saya menjadi lebih dekat oleh ayah saya dan sering berpergian berdua. Apa saja yang saya minta selalu di turuti sampai saya dewasa saat ini. Walaupun, terkadang harus bersabar terlebih dahulu tapi pasti dituruti. Dan ketika saya menginjak kelas 5 SD, saya sudah tidak banyak bermain karena mamah saya mendaftarkan les menari dan bimble. Sementara itu, sejak kelas 4 SD saya sudah masuk organisasi di sekolah yaitu Dokcil (Dokter Kecil).
Tamat dari Sekolah Dasar saya melanjutkan ke sekolah menengah pertama di SMP Al-Hadiid karena kedua orang tua saya menginginkan sekolah yang banyak mempelajari ilmu agama. Awalnya saya sangat takut karena saya mengira hanya saya yang sebelumnya dari sekolah negeri tapi ternyata tidak. Menurut saya, masa sekolah SMP adalah yang paling menyenangkan. Namun, setelah beberapa bulan lagi kita menginjak kelas 9 covid pun melanda sehingga kita belajar daring sampai lulus dan di sebut angkatan covid.
Setelah tamat SMP saya sempat bimbang harus melanjutkan sekolah kemana. Akan tetapi, kedua orang tua saya menyarankan untuk melanjutkan di SMA Al-Hadiid. Pada saat itu saya tidak mempunyai pilihan lain. Akhirnya, saya menerimanya. Sejak SMP sampai SMA kelas 11 saya selalu di antar jemput oleh orang tua. Saya sudah bisa mengendarai motor sendiri sejak kelas 8 SMP. Namun, pada saat itu tidak di perbolehkan untuk ke sekolah dengan mengendarai motor sendiri. Akan tetapi, menginjak kelas 12 mulai di perbolehkan walaupun orang tua saya berkata bahwa mereka lebih senang melihat saya meminta untuk di antar dan di jemput. Menginjak kelas 12, saya mulai bimbang dengan pilihan jurusan kuliah. Kemudian saya meminta pendapat kedua orang tua, dan mereka menyarankan agar masuk jurusan keperawatan. Sejak saya kecil sangat bercita-cita sebagai dokter namun, ketika menginjak kelas 12 saya berfikir kalau itu sangat tidak mudah. Saya sangat menyukai dunia kesehatan. Oleh karena itu, perawat menjadi salah satu tujuan saya.
Begitu banyak kisah tentang perjalanan hidup yang saya rasakan dari mulai masa kecil hingga saat ini. Saya bertekad akan berusaha keras menimba ilmu sebanyak - banyaknya, khususnya di bidang keperawatan sebagai bekal dalam meraih cita cita saya di masa yang akan datang. Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa meridhai dan merestui setiap langkah saya dan dapat di bukakan pintu kemudahan dan kelancaran dalam meraih cita cita saya tersebut. Aamiin
Stay true to yourself, yet always be open to learn. Work hard, and never give up on your dreams, even when nobody else believes they can come true but you. These are not cliches but real tools you need no matter what you do in life to stay focused on your path.